Kamis, 06 November 2014

Aku berharap punya waktu lebih

Setiap kali mereka bertanya mengapa aku tak membeli rumah untuk masa depan. Aku selalu menjawab dengan bahasa diplomatis.

Padahal jauh di dalam sana aku begitu takut kehilangan satu persatu sahabat yang amat kucintai, yang mengisi hari-hari yang sunyi, tanpa kalian tahu.

Hampir setiap hari aku siapkan sarapan pagi untuk ku dan kawan-kawan. Agar mereka dapat menatap hari penuh harapan. Kadang tanpa kalian tahu, aku sedang puasa pun aku tak lupa untuk menyiapkan nya. Tanpa meminta barang 1 rupiah pun.
Aku begitu tulus tanpa kalian tahu.

Seperti sebuah papan ketik, kehilangan 1 di antara kalian akan membuat semua menjadi tak lagi bermakna.
Sungguh, tak mengapa aku kehilangan hara, asal jangan kalian.
Setiap hari kusempatkan menyapa kalian dimanapun berada hanya untuk sekedar tahu kabar
Tapi kadang kalian tak menghiraukan aku yang begitu peduli. Pun tak mengapa.
Aku dapat terima. Aku memang diciptakan sedikit berbeda. Jangan tegur aku dengan perbedaan ku. Karena aku mudah tersinggung.

Satu hal perlu kalian tahu, tak pernah sekalipun aku lupa mendoakan kalian dalam setiap doa yang aku panjatkan.
Semoga Allah menjaga dan menyangi mu selalu
Memberi kesehatan dan kesejahteraan
Dan kumohon pada Tuhan agar tak memisahkan qt hingga mati.

Selamat malam sahabat, mimpi indah lah disana
Untuk hari esok kita yang lebih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar